PADA MU NEGERI KAMI MENGABDI

Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Bima – Media informasi, Edukasi, koordinasi, dan publikasi kegiatan pendampingan desa.

Kamis, 06 November 2025

MENYUSUN PROPOSAL BISNIS DAN MITIGASI RISIKO KOPERASI

 


Pendahuluan

Setiap usaha, termasuk koperasi, membutuhkan perencanaan yang jelas agar tidak berjalan tanpa arah. Proposal bisnis menjadi alat penting untuk menyusun ide usaha, merancang strategi, dan meyakinkan pihak lain bahwa rencana koperasi layak didukung. Selain itu, setiap usaha juga menghadapi risiko. Karena itu, koperasi perlu mampu mengenali, menilai, dan mengelola risiko agar kegiatan usaha tetap aman dan berkelanjutan.

1. Pengertian Proposal Bisnis

Proposal bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan ide usaha dan tujuan bisnis secara jelas, disertai rencana pelaksanaan yang rinci untuk mencapai tujuan tersebut. Fungsi utamanya adalah sebagai alat komunikasi strategis dan sarana meyakinkan pihak terkait, baik calon investor, lembaga keuangan, maupun mitra kerja sama.

Tujuan Proposal Bisnis:

• Menjelaskan potensi dan kelayakan usaha.
• Menjadi panduan pelaksanaan operasional.
• Mendapatkan dukungan dana, izin, atau kemitraan.

2. Bagian Utama Proposal Bisnis

Sebuah proposal bisnis yang baik umumnya mencakup empat bagian pokok:

1. Ringkasan Eksekutif – memuat inti dan arah usaha.
2. Deskripsi Produk atau Jasa – menjelaskan manfaat dan keunggulan produk yang ditawarkan.
3. Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran – menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan.
4. Rencana Operasional dan Proyeksi Keuangan – berisi langkah kerja dan perhitungan keuntungan.

3. Tahapan Penyusunan Proposal

Langkah-langkah dasar dalam menulis proposal bisnis meliputi:
1. Identifikasi Peluang dan Ide Bisnis – pahami kebutuhan pasar dan tren terkini.
2. Riset Pasar dan Analisis Persaingan – kenali siapa pelanggan dan siapa pesaing.
3. Rencana Operasional dan Keuangan – susun langkah konkret dan proyeksi realistis agar koperasi dipercaya oleh mitra.

4. Strategi dan Perencanaan Koperasi

Tanpa perencanaan, koperasi akan kehilangan arah. Perencanaan menjawab tiga hal penting: kemana tujuan koperasi, bagaimana cara mencapainya, dan siapa yang melaksanakan serta kapan dilakukan.

Perbedaan Strategi dan Rencana Bisnis:

• Strategi bisnis menentukan arah dan fokus usaha (contoh: fokus pada sembako, logistik, atau jasa keuangan).
• Rencana bisnis menjabarkan langkah konkret untuk menjalankan strategi (contoh: siapa yang bertugas, kapan, dan dengan sumber daya apa).

5. Analisis SWOT

Sebelum menyusun rencana, koperasi harus menganalisis kondisi internal dan eksternal:

• Strength (Kekuatan): hal yang menjadi keunggulan koperasi (lokasi strategis, anggota loyal).
• Weakness (Kelemahan): hal yang masih menjadi kendala (manajemen belum rapi, kurang promosi).
• Opportunity (Peluang): faktor eksternal yang bisa dimanfaatkan (dukungan pemerintah, tren lokal).
• Threat (Ancaman): hal yang berpotensi mengganggu usaha (pesaing baru, perubahan regulasi, cuaca ekstrem).

6. Model Bisnis Koperasi (Business Model Canvas)

Business Model Canvas (BMC) membantu koperasi menggambarkan keseluruhan model usahanya dalam satu lembar peta. Elemen-elemen BMC meliputi:

1. Customer Segments – siapa pelanggan utama (anggota, UMKM, masyarakat sekitar).
2. Value Propositions – manfaat utama yang diberikan koperasi.
3. Channels – cara koperasi menyalurkan produk/jasa (kantor, agen, aplikasi digital).
4. Customer Relationships – cara menjaga hubungan dengan anggota.
5. Revenue Streams – sumber pendapatan koperasi.
6. Key Resources – sumber daya penting (modal, SDM, aset fisik, sistem informasi).
7. Key Activities – aktivitas utama (pengadaan, pelayanan, edukasi anggota).
8. Key Partnerships – mitra utama (BUMDes, bank, pemerintah, supplier).
9. Cost Structure – rincian biaya (operasional, pelatihan, teknologi).

7. Rencana Aksi (Action Plan)

Rencana aksi berfungsi untuk mengonversi ide menjadi kegiatan nyata. Setiap rencana harus memenuhi prinsip SMART:

• Specific – jelas kegiatannya.
• Measurable – hasilnya bisa diukur.
• Achievable – realistis untuk dicapai.
• Relevant – sesuai dengan tujuan koperasi.
• Time-bound – ada batas waktu penyelesaian.

Contoh: Bulan 1: Sosialisasi rencana digitalisasi koperasi; Bulan 2: Pelatihan sistem keuangan digital; Bulan 3: Uji coba sistem di cabang; Bulan 4–6: Implementasi penuh dan evaluasi kinerja.

8. Manajemen Risiko

Risiko adalah segala hal yang dapat mengganggu rencana koperasi, misalnya harga produk turun, panen gagal, barang tidak laku, atau anggota tidak membayar pinjaman.

Langkah sederhana manajemen risiko:
1. Tebak risiko yang mungkin terjadi.
2. Timbang dampak dan kemungkinan terjadinya.
3. Tangani dengan langkah antisipasi seperti membuat dana cadangan, menyusun rencana darurat, dan menjalin kerja sama dengan pihak lain.

9. Pitch Deck: Menjual Ide Secara Efektif

Pitch deck adalah presentasi singkat (10–12 slide) untuk menjelaskan ide usaha kepada calon investor atau mitra. Tujuannya adalah meyakinkan audiens dalam waktu singkat.

Isi utama pitch deck:
1. Masalah & solusi yang dihadapi.
2. Produk atau layanan yang ditawarkan.
3. Pasar & potensi pertumbuhan.
4. Tim pelaksana & rencana ke depan.

Tips penyajian: Gunakan bahasa visual (gambar, grafik, bullet point), hindari teks panjang, dan berlatih agar presentasi selesai dalam kurang dari 10 menit.

Penutup

Proposal bisnis bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta jalan menuju keberhasilan koperasi. Dengan perencanaan yang matang, model bisnis yang jelas, rencana aksi yang terukur, serta manajemen risiko yang baik, koperasi dapat tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing.

“Tidak ada koperasi besar tanpa rencana kecil yang dimulai hari ini.”

Kerjakan dengan serius, tulus, dan benar—demi kesejahteraan bersama.

Materi Menyusun proposal Bisnis :





unduh File  contoh Bisnis Plan KDMP Versi Word ;
Klik di sini untuk mengunduh dokumen Word

Sorotan Pendampingan Desa

Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Kabupaten Bima Momentum Peringatan Hari Desa 2026

  Kabupaten Bima — Dalam rangka meningkatkan sinergi dan efektivitas pelaksanaan pendampingan desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kab...