514 Kabupaten/Kota Dinilai: 255 Berkinerja Baik, 211 Berkinerja Sedang, dan 48 Masih Berkinerja Kurang
Bagaimana perkembangan kinerja kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2026?
Pertanyaan ini penting untuk melihat sejauh mana pelaksanaan konvergensi dan capaian layanan di daerah mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.
Tahun 2026, sebanyak 514 kabupaten/kota telah dinilai melalui Penilaian Kinerja Daerah. Hasilnya menunjukkan adanya perkembangan yang cukup berarti: 255 daerah atau 49,61 persen masuk kategori berkinerja baik.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 197 daerah atau 38,33 persen berkinerja baik. Dengan demikian, terdapat 58 daerah lebih banyak yang masuk kategori berkinerja baik pada tahun 2026.
Namun, angka tersebut baru merupakan bagian dari cerita.
Ketika hasil penilaian dibaca lebih jauh, terdapat sejumlah temuan menarik mengenai di mana daerah mengalami kemajuan, komponen apa yang masih membutuhkan penguatan, serta bagaimana perkembangan kinerja konvergensi hingga tingkat desa.
Dan mungkin yang paling penting:
Bagaimana dengan kabupaten/kota Anda?
5 Angka yang Perlu Diketahui dari Penilaian 2026
514 ; Kabupaten/kota yang menjadi cakupan penilaian kinerja daerah tahun 2026.
255 ; Daerah atau 49,61 persen yang masuk kategori berkinerja baik.
211 ; Daerah yang berada pada kategori berkinerja sedang.
48 ; Daerah yang masih berada pada kategori berkinerja kurang.
160 ; Daerah yang masuk kategori baik pada kinerja konvergensi desa, meningkat dari 68 daerah pada 2025.
Angka-angka tersebut memberikan gambaran umum. Tetapi untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di baliknya, kita perlu melihat lebih dalam.
Kinerja Baik Meningkat, Tetapi Apakah Semua Komponen Sudah Baik?
Dari 255 daerah yang masuk kategori berkinerja baik, hanya 56 daerah atau 21,96 persen yang memperoleh kategori baik pada ketiga komponen penilaian sekaligus.
Artinya, sebagian besar daerah yang masuk kategori baik masih memiliki setidaknya satu komponen yang perlu diperkuat.
Hal ini menjadi salah satu temuan penting dalam membaca hasil penilaian 2026.
Sebab, kinerja daerah tidak hanya dilihat dari satu sisi.
Penilaian mencakup tiga komponen utama:
- Pelaksanaan aksi konvergensi kabupaten/kota;
- Capaian layanan intervensi spesifik dan sensitif; dan
- Kinerja konvergensi desa.
Ketiga komponen tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sistem konvergensi berjalan di daerah.
Karena itu, kategori akhir menjadi lebih bermakna ketika dibaca bersama dengan performa masing-masing komponen.
Ada Perubahan Besar di Tingkat Desa
Salah satu perkembangan paling menonjol dalam penilaian 2026 terlihat pada kinerja konvergensi desa.
Pada 2025, sebanyak 68 daerah berada dalam kategori baik pada komponen ini.
Pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 160 daerah.
Di sisi lain, daerah dengan kinerja rendah turun dari 309 daerah pada 2025 menjadi 179 daerah pada 2026.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran yang cukup besar dalam kinerja konvergensi desa.
Mengapa hal ini penting?
Karena desa merupakan salah satu ruang penting tempat berbagai intervensi bertemu dengan masyarakat. Perencanaan, penganggaran, pemantauan pertumbuhan anak, peran kader, kegiatan desa, dan pemanfaatan sumber daya membutuhkan keterhubungan agar dapat berjalan secara konvergen.
Dalam analisis terhadap daerah berkinerja kurang yang posisinya paling dekat dengan batas kategori sedang, laporan juga menunjukkan bahwa komponen konvergensi desa menjadi persoalan utama pada sebagian besar daerah yang dianalisis. Dari 10 daerah yang menjadi prioritas tersebut, delapan memiliki isu utama pada komponen desa.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa penguatan desa menjadi salah satu ruang penting dalam upaya meningkatkan kinerja daerah.
Tidak Semua Daerah Menghadapi Tantangan yang Sama
Hasil penilaian juga menunjukkan adanya perbedaan antara kabupaten/kota.
Dari 434 kabupaten/kota yang memiliki desa, 186 daerah atau 42,86 persen masuk kategori baik, 200 daerah masuk kategori sedang, dan 48 daerah masuk kategori kurang.
Sementara itu, dari 80 kota yang tidak memiliki desa, sebanyak 69 daerah atau 86,25 persen masuk kategori baik dan 11 daerah masuk kategori sedang. Tidak terdapat kota yang masuk kategori kurang.
Perbedaan tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan struktur penilaian.
Kabupaten yang memiliki desa menghadapi tantangan tambahan dalam memastikan konvergensi berjalan hingga tingkat desa. Sementara itu, kota tanpa desa memiliki struktur penilaian yang berbeda.
Karena itu, hasil penilaian tidak hanya menunjukkan siapa yang berada pada kategori tertentu, tetapi juga membantu melihat jenis tantangan yang dihadapi masing-masing daerah.
Lalu, Bagaimana dengan 211 Daerah Berkinerja Sedang?
Sebanyak 211 daerah berada pada kategori berkinerja sedang.
Namun, kelompok ini tidak berada pada kondisi yang sama.
Sebanyak 31 daerah sudah memiliki dua komponen berkinerja baik dan hanya menyisakan satu komponen yang masih sedang atau rendah.
Sebanyak 115 daerah memiliki satu komponen baik, sementara dua komponen lainnya masih sedang atau rendah.
Sedangkan 65 daerah tidak memiliki satu pun komponen berkinerja baik.
Artinya, kebutuhan setiap daerah bisa berbeda.
Ada daerah yang tinggal memperkuat satu komponen. Ada yang membutuhkan penguatan pada beberapa aspek sekaligus.
Karena itu, data penilaian dapat menjadi dasar untuk melihat di mana intervensi perlu diarahkan dan bagaimana strategi perbaikan dapat disusun secara lebih spesifik.
48 Daerah Masih Membutuhkan Perhatian
Di sisi lain, terdapat 48 daerah berkinerja kurang.
Laporan menunjukkan bahwa tantangan pada kelompok ini cukup luas.
Pada komponen pelaksanaan aksi konvergensi kabupaten/kota, 31 daerah berada pada kategori rendah.
Pada komponen layanan, 37 daerah berada pada kategori rendah.
Sedangkan pada komponen konvergensi desa, 46 dari 48 daerah berada pada kategori rendah.
Laporan juga mengidentifikasi sejumlah persoalan, antara lain penguatan komitmen kepemimpinan, optimalisasi TPPS, perencanaan berbasis data, koordinasi lintas sektor, cakupan layanan, pemantauan pertumbuhan anak, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, sanitasi dan air minum aman, serta penguatan pelaksanaan kegiatan di tingkat desa.
Namun, kondisi 48 daerah tersebut juga tidak sepenuhnya sama.
Sebanyak 19 daerah mengalami kondisi di mana ketiga komponennya berada pada kategori rendah, sementara 24 daerah memiliki satu komponen sedang dan dua komponen rendah.
Karena itu, informasi yang lebih rinci mengenai masing-masing komponen menjadi penting untuk memahami kebutuhan setiap daerah.
Laporan Ini Bukan Sekadar Daftar Kategori
Hasil penilaian kinerja akan lebih bermakna ketika digunakan sebagai bahan untuk membaca kondisi dan menentukan langkah perbaikan.
Laporan Penilaian Kinerja Daerah Tahun 2026 menyajikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan kinerja daerah, termasuk:
- perkembangan kinerja 514 kabupaten/kota;
- perbandingan hasil dengan tahun sebelumnya;
- capaian pada masing-masing komponen penilaian;
- perkembangan kinerja konvergensi desa;
- gambaran daerah berkinerja baik, sedang, dan kurang;
- identifikasi area yang masih membutuhkan penguatan; dan
- arah strategi serta target peningkatan kinerja pada periode berikutnya.
Dengan membaca laporan secara utuh, pembaca dapat melihat bukan hanya kategori akhir suatu daerah, tetapi juga komponen yang menjadi kekuatan maupun ruang perbaikannya.
Bagaimana dengan Kabupaten/Kota Anda?
Pertanyaan berikutnya adalah:
Di mana posisi kabupaten/kota Anda dalam hasil penilaian tahun 2026?
Apakah masuk kategori berkinerja baik?
Apakah terdapat komponen yang masih perlu diperkuat?
Bagaimana perubahannya dibandingkan tahun sebelumnya?
Dan bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, akademisi, mitra pembangunan maupun masyarakat, apa yang dapat dipelajari dari perkembangan tersebut?
Jawabannya dapat ditemukan dalam laporan lengkap.
Laporan Penilaian Kinerja Daerah Tahun 2026 memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan kinerja 514 kabupaten/kota beserta komponen-komponen yang membentuknya.
Mari Membaca Data, Memahami Perkembangan, dan Memperkuat Kinerja Daerah
Hasil penilaian tahun 2026 menunjukkan bahwa perubahan dapat terjadi.
Jumlah daerah berkinerja baik meningkat. Kinerja konvergensi desa menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada saat yang sama, masih terdapat daerah yang membutuhkan penguatan pada aspek tertentu maupun secara menyeluruh.
Karena itu, laporan ini bukan hanya untuk dibaca sebagai hasil penilaian.
Laporan ini adalah bahan untuk memahami perkembangan, mengenali tantangan, dan melihat ruang perbaikan di masing-masing daerah.
Sudahkah Anda melihat bagaimana perkembangan kabupaten/kota Anda pada tahun 2026?
Buka laporan lengkapnya dan temukan datanya.
📥 Baca dan Unduh Laporan Penilaian Kinerja Daerah Tahun 2026
Silakan baca dokumen secara online melalui tampilan PDF di bawah ini.









