BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakatim (TAPM) Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi sekaligus bimbingan teknis (bimtek) pengisian sistem pelaporan monitoring evaluasi (monev) Dana Desa (DD) tahun 2026 serta pelaporan pemanfaatan DD tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa dan pendamping lokal desa dari Kecamatan Palibelo, Belo, Langgudu, dan Lambitu guna menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas teknis pelaporan berbasis daring.
Rapat koordinasi dan bimtek tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 September 2026 di Kantor Camat Belo. Acara dibuka secara resmi oleh TAPM M. Din yang menyampaikan arahan terkait kondisi perkembangan desa saat ini yang memerlukan peran aktif pendamping. Beliau menekankan pentingnya membangun koordinasi yang solid antar pendamping untuk memastikan proses pendampingan berjalan efektif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.
Sesudah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan teknis yang dipandu langsung oleh TAPM Susanto dan TAPM Saktiadin. Kedua narasumber tersebut memaparkan materi secara rinci mengenai pengisian monev DD tahun 2026 secara langsung serta pelaporan pemanfaatan DD secara luring (offline). Peserta bimtek diajak memahami alur sistem mulai dari cara mengakses link monev DD hingga tahapan pengisian data per kolom pada menu perencanaan secara bertahap.
Detail pelaksanaan bimtek mencakup simulasi pengisian data mulai dari menu perencanaan, pelaksanaan, hingga menu Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD. TAPM Susanto dan TAPM Saktiadin menuntun peserta langkah demi langkah untuk memastikan tidak ada kesalahan input data yang berpotensi menghambat proses verifikasi di tingkat atas. Selama sesi berlangsung, panitia menyediakan ruang tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menanyakan kendala teknis maupun substansi yang belum dipahami sepenuhnya.
Nursahid, salah satu Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Belo, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan bimtek ini. "Kami sangat terbantu dengan adanya penjelasan teknis cara melaporkan monev DD ini, karena sebelumnya kami masih mengalami kesulitan dalam mengakses dan mengisi sistem secara mandiri. Harapan kami kegiatan seperti ini berkelanjutan agar kinerja pendampingan di desa semakin optimal," ujar Nursahid saat sesi diskusi berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kapasitas sumber daya manusia pendamping di tingkat kecamatan guna mendukung percepatan pembangunan desa. Dengan terstandarisasinya pemahaman teknis pelaporan monev dan pemanfaatan Dana Desa, diharapkan realisasi anggaran dan pelaksanaan program di desa dapat terpantau dengan baik, akuntabel, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar