SELAMAT DATANG DI BLOG TPP

Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Bima – Media informasi, Edukasi, koordinasi, dan publikasi kegiatan pendampingan desa.

Hot News

🔥 HOT NEWS

MENU HORISONTAL DASBORD

Sabtu, 05 September 2026

PENGEMBANGAN SIPENA VERSI 2


Membangun Sistem Penulisan Berita Desa Berbasis AI dengan Google Apps Script, Spreadsheet, Blogger, dan OpenRouter 

Dari Data Kegiatan Desa Menjadi Berita yang Siap Dipublikasikan

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar bagi pemerintah desa, organisasi masyarakat, sekolah, komunitas, dan lembaga lainnya untuk mengelola informasi secara lebih cepat dan teratur.

Namun, menggunakan AI untuk menulis berita bukan berarti kita cukup memberikan perintah kepada AI:

“Buatkan berita tentang kegiatan ini.”

Cara seperti itu memang mudah, tetapi mempunyai kelemahan. AI bisa saja menambahkan informasi yang sebenarnya tidak pernah terjadi apabila data yang diberikan tidak lengkap atau instruksinya tidak cukup ketat.

SIPENA VERSI 1 sudah pernah kami publish, dan sudah 6 bulan dioperasikan untuk menulis berita kegiatan Pendampingan. cara kerja nya menggunakan google site - Google Formulir - Spred sheet , kemudian publish blog. dimana sistem formulir tdak terintegrasi dengan blog dan juga daftar berita masuk tdak dikelola melalui Blog tapi melalui spred sheet.

Dari persoalan tersebut lahirlah sebuah konsep SIPENA Versi 2 — Sistem Penulisan Berita Desa.

SIPENA bukan sekadar alat untuk menghasilkan tulisan menggunakan AI. SIPENA dirancang sebagai sebuah alur kerja berita, mulai dari pengumpulan informasi, pemeriksaan data, pengolahan menggunakan AI, penyuntingan, persetujuan, sampai publikasi ke Blogger.

1. Apa Itu SIPENA Versi 2?

SIPENA Versi 2 adalah sistem pengelolaan berita yang menggabungkan beberapa teknologi:

  • Google Formulir atau formulir web sebagai pintu masuk data.

  • Google Spreadsheet sebagai pusat penyimpanan data.

  • Google Apps Script sebagai mesin/backend sistem.

  • OpenRouter sebagai pintu akses ke berbagai model AI.

  • AI sebagai pengolah data 5W+1H menjadi narasi berita.

  • Blogger sebagai media publikasi.

  • Halaman Admin sebagai tempat pemeriksaan, penyuntingan, dan persetujuan berita.

Konsep dasarnya sederhana:

Manusia memberikan fakta → sistem menyimpan fakta → AI mengolah fakta → manusia memeriksa → sistem menerbitkan.

Dengan konsep ini, AI tidak ditempatkan sebagai sumber berita.

AI hanya bertugas mengolah data yang diberikan manusia menjadi narasi yang lebih terstruktur dan enak dibaca.

2. Mengapa Menggunakan 5W+1H?

Salah satu fondasi SIPENA adalah 5W+1H:

  • What — Apa yang terjadi?

  • Who — Siapa yang terlibat?

  • When — Kapan?

  • Where — Di mana?

  • Why — Mengapa kegiatan dilakukan?

  • How — Bagaimana kegiatan berlangsung?

Ditambah informasi pendukung seperti:

  • pernyataan narasumber,

  • foto kegiatan,

  • nama petugas,

  • kategori berita,

  • dan catatan administrator.

Mengapa hal ini penting?

Karena kita ingin AI bekerja berdasarkan fakta yang telah dikumpulkan, bukan berdasarkan imajinasi.

Misalnya seorang kontributor hanya menulis:

“Hari ini dilakukan rapat evaluasi indeks desa.”

Informasi tersebut belum cukup untuk membuat berita yang baik.

Sistem kemudian dapat meminta:

Apa kegiatannya?

Rapat evaluasi hasil pendataan indeks desa.

Siapa yang terlibat?

Tenaga ahli, pemerintah desa, pendamping, dan pihak terkait.

Kapan?

Tanggal dan waktu kegiatan.

Di mana?

Lokasi kegiatan.

Mengapa?

Untuk mengevaluasi hasil pendataan.

Bagaimana?

Melalui rapat pembahasan dan evaluasi.

Data tersebut kemudian menjadi bahan mentah bagi AI.

3. Konsep Utama SIPENA

Secara sederhana, arsitektur SIPENA dapat digambarkan seperti ini:

Jadi AI hanya berada di salah
satu bagian dari keseluruhan
sistem.

Ini merupakan prinsip penting.

AI bukan sistemnya.

AI adalah salah satu mesin di dalam sistem.

4. Google Spreadsheet Sebagai Pusat Data

Salah satu kelebihan SIPENA adalah tidak membutuhkan database yang rumit untuk tahap awal.

Google Spreadsheet dapat digunakan sebagai database sederhana.

Data berita dapat disimpan dalam kolom seperti:

ID_BERITA, TANGGAL_BERITA, NAMA_PETUGAS, JABATAN, WHAT, WHO, WHEN, WHERE,WHY
HOW, PERNYATAAN, FOTO_1, FOTO_2, FOTO_3, JUDUL_AI, PEMBUKA_AI, ISI_AI,
PENUTUP_AI, STATUS, CATATAN_ADMIN, REVIEWER,TANGGAL_DIBUAT,TANGGAL_DIUBAH,
URL_BLOGGER, ID_POSTING_BLOGGER

Setiap berita mempunyai ID unik.

Contohnya:

SIP-20260903-5980

ID tersebut menjadi identitas berita di seluruh sistem.

Dengan demikian sistem tidak hanya mengenal berita berdasarkan judul.

5. Google Apps Script Sebagai Mesin Sistem

Google Apps Script berfungsi sebagai penghubung berbagai bagian.

Misalnya:

Formulir → Apps Script → Spreadsheet

Kemudian:
Admin → Apps Script → Spreadsheet
Dan ketika AI dipanggil:
Apps Script → OpenRouter API → Model AI → Apps Script → Spreadsheet

Kemudian ketika berita diterbitkan:
Apps Script → Blogger API → Posting Blogger

Jadi Apps Script dapat dianggap sebagai otak penghubung sistem.

6. Bagaimana AI Bekerja di SIPENA?

Bagian ini adalah salah satu konsep terpenting.

SIPENA tidak memberikan seluruh pekerjaan kepada AI.

Sistem terlebih dahulu mengambil data dari Spreadsheet.

Misalnya:

WHAT  : Rapat evaluasi hasil pendataan indeks desa
WHO   : Tenaga ahli dan pemerintah desa
WHEN  : 3 September 2026
WHERE : Kantor Desa
WHY   : Mengevaluasi hasil pendataan
HOW   : Melalui rapat pembahasan

Kemudian Apps Script menyusun prompt.

AI diberi instruksi agar:

  1. hanya menggunakan data yang diberikan;

  2. tidak membuat fakta baru;

  3. menggunakan unsur 5W+1H;

  4. membuat judul;

  5. membuat pembuka;

  6. mengembangkan isi;

  7. membuat penutup;

  8. mengikuti jumlah paragraf yang ditentukan;

  9. menggunakan pernyataan yang tersedia;

  10. menghasilkan format yang dapat diproses sistem.

  11. dan ratusan perintah  lainnya yang dimasukkan kedalam AI  agar  AI  bekerja sesuai perintah.

Hasil AI kemudian dikembalikan ke Apps Script.

Apps Script memasukkannya kembali ke Spreadsheet.

Misalnya:

JUDUL_AI
PEMBUKA_AI
ISI_AI
PENUTUP_AI

Dengan cara tersebut, AI menjadi mesin pengolah bahasa, bukan sumber fakta.

7. Mengapa Sistem Membutuhkan Validasi?

AI dapat menghasilkan tulisan yang terlihat bagus tetapi belum tentu sesuai aturan.

Karena itu SIPENA menggunakan konsep validasi hasil AI.

Misalnya sistem dapat memeriksa:

  • apakah judul tersedia;

  • apakah pembuka tersedia;

  • apakah isi tersedia;

  • apakah penutup tersedia;

  • apakah jumlah kata memenuhi target;

  • apakah jumlah paragraf sesuai;

  • apakah format HTML sesuai;

  • apakah terdapat kutipan berlebihan;

  • apakah struktur JSON dapat dibaca.

Jika hasil AI tidak memenuhi aturan seperti aturan panjang narasi 350- 600 kata, tidak boleh menyebutkan nama orang jika tdak ada dalam data formulir, tdak boleh membuat pernyataan jika tdak ada sumber pernyataan dalam data formulir, Tidak boleh mengembangkan narasi keluar dari fakta, tdak boleh memasukkan fakta baru dan masih banyak lagi aturan yang dimasukkan kedalam sistem, dan ratusan  perintah lainnya....... maka  sisten SIPENA  dapat menolak hasil tersebut atau meminta proses ulang.

Inilah perbedaan antara:

“Saya menggunakan AI untuk menulis.”

dan

“Saya membangun sistem penulisan berita yang menggunakan AI.”

Yang kedua jauh lebih terstruktur.

8. OpenRouter Sebagai Pintu Menuju Banyak Model AI

Salah satu bagian menarik dari SIPENA adalah penggunaan OpenRouter.

OpenRouter menyediakan satu API yang memungkinkan aplikasi mengakses berbagai model AI melalui antarmuka yang seragam. OpenRouter menjelaskan bahwa platformnya menyediakan akses ke ratusan model dan berbagai provider melalui satu API.

Artinya, pengembang tidak harus membangun integrasi API yang berbeda-beda untuk setiap model.

Konsepnya kira-kira:

                         ┌── Model A
                         │
Apps Script ── OpenRouter ── Model B
                         │
                         ├── Model C
                         │
                         └── Model D

Inilah yang membuat OpenRouter menarik untuk proyek seperti SIPENA.

9. OpenRouter Gratis

OpenRouter menyediakan model dengan varian free.

Pada saat tulisan ini dibuat, OpenRouter masih menyediakan sejumlah model gratis dan juga menyediakan Free Models Router (openrouter/free) yang dapat memilih model gratis yang kompatibel dengan kebutuhan permintaan.

Model gratis tersebut tidak berarti tanpa batas.

OpenRouter mencantumkan batas penggunaan untuk akun gratis. Saat ini halaman pricing mencantumkan 50 request per hari untuk tier gratis, sedangkan dokumentasi OpenRouter menjelaskan bahwa batas model gratis dapat meningkat setelah pengguna membeli kredit.

Karena itu model gratis sangat cocok untuk:

  • belajar;

  • membuat prototype;

  • pengembangan awal;

  • pengujian prompt;

  • sistem dengan jumlah berita yang tidak terlalu banyak.

Namun kita tidak boleh menganggap model gratis sebagai sumber daya yang selalu stabil.

Model gratis dapat berubah, provider dapat berubah, batas penggunaan dapat berubah, dan model tertentu dapat dihentikan dari kategori gratis.

Contohnya, halaman model OpenRouter saat ini menunjukkan Dots3-Note Preview (free) dengan pemberitahuan bahwa model tersebut akan dihentikan dari layanan gratis pada 30 September 2026.

Ini merupakan pelajaran penting:

Jangan membuat sistem yang hanya bergantung pada satu model gratis.

10. Mengapa SIPENA Menggunakan Beberapa Model?

Dalam pengembangan SIPENA, pernah terjadi kondisi seperti:

Model A
   ↓
429 / terlalu sibuk
   ↓
Model B
   ↓
berhasil

Karena itu konsep fallback model sangat berguna.

Misalnya:

MODEL UTAMA
     ↓
gagal?
     ↓
MODEL CADANGAN 1
     ↓
gagal?
     ↓
MODEL CADANGAN 2
     ↓
gagal?
     ↓
MODEL CADANGAN 3

OpenRouter sendiri mendukung routing dan fallback ketika provider mengalami error atau tidak tersedia.

Dengan konsep tersebut, sistem tidak langsung berhenti hanya karena satu model sedang bermasalah.

11. Bagaimana dengan OpenRouter Berbayar?

OpenRouter juga menyediakan penggunaan berbasis kredit/pay-as-you-go.

Pada mode ini, pengguna membeli kredit dan dapat menggunakan model berbayar sesuai harga model/provider yang dipilih. OpenRouter menjelaskan bahwa harga inference mengikuti harga provider dan biaya penggunaan dihitung berdasarkan token yang digunakan; OpenRouter juga mengenakan biaya kecil ketika kredit dibeli.

Keuntungannya adalah:

  • pilihan model lebih banyak;

  • batas penggunaan jauh lebih tinggi;

  • lebih cocok untuk sistem dengan pemakaian rutin;

  • dapat memilih model yang lebih kuat;

  • lebih mudah membangun sistem produksi.

Tetapi berbayar tidak otomatis berarti setiap hasil pasti lebih baik.

Yang paling penting tetap:

data + prompt + model + validasi + pemeriksaan manusia.

12. Free atau Berbayar?

Untuk pemula, saya justru menyarankan:

Tahap 1 — Gratis

Gunakan model gratis untuk:

  • belajar;

  • menguji Apps Script;

  • menguji struktur data;

  • membuat prompt;

  • menguji alur berita;

  • mencari kelemahan sistem.

Jangan langsung mengeluarkan biaya sebelum sistem benar-benar bekerja.

Tahap 2 — Hybrid

Setelah sistem stabil:

Model Gratis
     ↓
jika berhasil
     ↓
hasil dipakai

jika gagal
     ↓
model cadangan

Atau:

Berita biasa → model gratis

Berita penting → model berbayar

Tahap 3 — Produksi

Jika volume berita sudah tinggi dan sistem digunakan secara rutin, pertimbangkan model berbayar dan anggaran penggunaan yang terkontrol.

OpenRouter menyediakan fitur untuk melihat aktivitas dan penggunaan, sehingga biaya dapat dipantau.

13. Keamanan API Key

Satu hal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin membuat sistem serupa:

API Key jangan ditaruh di HTML halaman publik.

Kesalahan seperti:

const API_KEY = "sk-xxxxxxxx";

di halaman Blogger publik sangat berbahaya.

Pengguna lain dapat melihat kode tersebut.

Dalam konsep SIPENA, API Key sebaiknya disimpan di sisi Apps Script, misalnya menggunakan Script Properties.

Alurnya:

Blogger
   ↓
Apps Script
   ↓
ambil API Key dari Script Properties
   ↓
OpenRouter

Bukan:

Blogger
   ↓
API Key terlihat publik
   ↓
OpenRouter

Ini merupakan salah satu prinsip keamanan paling penting dalam sistem AI berbasis API.

14. Admin SIPENA

SIPENA Versi 2 kemudian dilengkapi halaman Admin.

Admin tidak langsung menerbitkan semua data yang masuk.

Admin dapat melihat daftar berita:

ID BERITA
STATUS
JUDUL / WHAT
NAMA PETUGAS
JABATAN
TANGGAL

Kemudian terdapat tombol:

🔍 PERIKSA

Ketika ditekan:

ADMIN
  ↓
PERIKSA
  ↓
DETAIL BERITA

Admin dapat melihat seluruh informasi sebelum berita diterbitkan.

15. Halaman Detail

Halaman Detail menjadi ruang pemeriksaan yang lebih lengkap.

Di sana admin dapat melihat:

  • identitas berita;

  • data 5W+1H;

  • hasil AI;

  • pernyataan;

  • foto;

  • status;

  • catatan;

  • dan informasi administrasi.

Kemudian tersedia tindakan seperti:

✏️ EDIT BERITA
🤖 GENERATE AI
✅ TERBITKAN

Dengan demikian proses publikasi tetap berada di bawah kontrol manusia.

16. Edit Berita Tanpa Membuat Posting Baru

Salah satu konsep penting dalam SIPENA adalah update posting Blogger, bukan selalu membuat posting baru.

Misalnya sebuah berita sudah mempunyai:

ID_BERITA
SIP-20260903-5980

dan:

ID_POSTING_BLOGGER
8149715088290216571

Ketika admin memperbaiki judul atau isi berita, sistem dapat menggunakan ID posting tersebut untuk memperbarui posting yang sudah ada.

Konsepnya:

BERITA SIPENA
     │
     └── ID_POSTING_BLOGGER
               │
               ▼
        POSTING BLOGGER LAMA
               │
               ▼
          UPDATE

Bukan:

Berita lama
   ↓
posting baru

Berita lama
   ↓
posting baru

Berita lama
   ↓
posting baru

Cara tersebut membantu mencegah duplikasi berita.

17. Status Berita

Sistem juga dapat menggunakan status.

Contohnya:

MASUK
  ↓
PROSES
  ↓
TERBIT

atau:

MASUK
  ↓
DITOLAK

Status tersebut membantu administrator mengetahui posisi setiap berita.

Spreadsheet kemudian tidak hanya menjadi tempat penyimpanan teks.

Spreadsheet menjadi pusat kendali workflow berita.

18. Foto Juga Menjadi Bagian dari Sistem

SIPENA tidak hanya mengolah teks.

Foto juga dapat menjadi bagian dari data berita.

Misalnya:

FOTO_1
FOTO_2
FOTO_3

Foto dapat disimpan dan kemudian digunakan ketika posting Blogger dibuat atau diperbarui.

Sistem bahkan dapat menyimpan informasi tata letak agar posisi foto tetap konsisten ketika berita diperbarui.

Ini menunjukkan bahwa sistem berita yang baik tidak hanya berpikir:

“Bagaimana membuat paragraf?”

Tetapi juga:

“Bagaimana seluruh artikel menjadi satu produk publikasi yang utuh?”

19. Pengamanan Admin

Karena halaman Admin berisi data dan fungsi penting, SIPENA kemudian dilengkapi login.

Alurnya:

LOGIN ADMIN
     ↓
USERNAME + PASSWORD
     ↓
BERHASIL
     ↓
ADMIN SIPENA

Admin tidak perlu login berulang kali ketika berpindah dari daftar ke detail.

Session login digunakan untuk menjaga akses selama admin bekerja.

Halaman Admin dan Detail juga memeriksa apakah session login tersedia.

Jika seseorang mencoba membuka URL Admin atau Detail tanpa login:

URL ADMIN
   ↓
tidak ada session
   ↓
LOGIN

Sedangkan jika admin sudah login:

LOGIN
  ↓
ADMIN
  ↓
PERIKSA
  ↓
DETAIL

Tanpa meminta password kedua.

Konsep ini sederhana, tetapi penting untuk membedakan halaman publik dan ruang administrasi.

20. Mengapa Manusia Tetap Diperlukan?

Ini mungkin bagian terpenting dari seluruh konsep SIPENA.

AI dapat membantu:

  • menyusun kalimat;

  • memperbaiki struktur;

  • membuat judul;

  • mengembangkan narasi;

  • membuat tulisan lebih enak dibaca.

Tetapi manusia tetap harus memeriksa:

  • apakah fakta benar;

  • apakah nama benar;

  • apakah tanggal benar;

  • apakah lokasi benar;

  • apakah pernyataan benar;

  • apakah foto sesuai;

  • apakah berita layak diterbitkan.

Maka prinsip SIPENA adalah:

AI membantu menulis. Manusia bertanggung jawab atas isi yang diterbitkan.

Ini merupakan prinsip yang sangat penting bagi sistem informasi pemerintahan desa.

21. SIPENA Bukan Sekadar “Prompt AI”

Jika seseorang melihat SIPENA hanya sebagai:

Prompt → AI → Berita

maka konsepnya terlalu sederhana.

Sebenarnya:

DATA
 ↓
VALIDASI
 ↓
DATABASE
 ↓
PROMPT
 ↓
AI
 ↓
VALIDASI HASIL
 ↓
EDITOR
 ↓
PERSETUJUAN
 ↓
PUBLIKASI

Inilah inti dari SIPENA Versi 2.

AI hanyalah salah satu komponen.

22. Bisakah Sistem Ini Dibuat oleh Pemula?

Jawabannya: bisa.

Tidak harus langsung membuat sistem sebesar SIPENA.

Mulailah dari versi kecil:

Versi 1

Google Form → Spreadsheet
Versi 2
Form → Spreadsheet → Apps Script → AI
Versi 3
Form → Spreadsheet → Admin → AI → Edit

Versi 4
Form → Admin → AI → Validasi → Blogger

Versi 5
LOGIN → ADMIN → DETAIL → AI → EDIT → APPROVE → BLOGGER

Dengan membangun sedikit demi sedikit, proyek yang awalnya terlihat rumit
menjadi jauh lebih mudah dipahami.

23. Pelajaran Terbesar dari SIPENA

Sistem seperti ini tidak lahir dalam satu malam.

Banyak bagian harus diuji:

  • koneksi Apps Script;

  • struktur Spreadsheet;

  • formulir;

  • API AI;

  • model AI;

  • fallback model;

  • validasi hasil;

  • foto;

  • Blogger;

  • update posting;

  • login;

  • session;

  • dan tampilan Admin.

Kesalahan adalah bagian dari proses.

Ketika model AI menghasilkan terlalu banyak kata, sistem diperbaiki.

Ketika model mengalami error 429, dibuat mekanisme fallback.

Ketika posting Blogger menjadi duplikat, mekanisme update diperbaiki.

Ketika URL Admin salah, URL diperbaiki.

Ketika halaman dapat dibuka tanpa login, ditambahkan pengamanan.

Dengan kata lain:

Sistem yang baik bukan sistem yang sejak awal sempurna, tetapi sistem yang terus diperbaiki berdasarkan hasil pengujian nyata.

24. Kesimpulan

SIPENA Versi 2 menunjukkan bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk membantu pengelolaan informasi desa tanpa harus langsung membangun aplikasi yang mahal dan kompleks.

Dengan kombinasi:

Google Formulir + Google Spreadsheet + Google Apps Script + OpenRouter + AI + Blogger

sebuah sistem penulisan berita dapat dibangun secara bertahap.

Yang paling penting bukan sekadar teknologi yang digunakan.

Yang paling penting adalah konsep alur kerjanya.

MANUSIA
FAKTA
DATA 5W+1H
SIPENA
AI
NARASI
PEMERIKSAAN MANUSIA
PERSETUJUAN
PUBLIKASI

Dengan konsep tersebut, AI tidak mengambil alih pekerjaan manusia.

AI justru menjadi asisten penulisan yang membantu mengubah data kegiatan menjadi narasi berita yang lebih terstruktur.

Dan untuk rekan-rekan yang ingin membuat sistem serupa, tidak perlu langsung memikirkan sistem yang besar.

Mulailah dari satu pertanyaan sederhana:

“Data apa yang sebenarnya saya miliki, dan pekerjaan apa yang paling ingin saya bantu dengan AI?”

Dari pertanyaan tersebut, sistem dapat dibangun sedikit demi sedikit.

Itulah semangat SIPENA Versi 2: membangun teknologi dari kebutuhan nyata, menggunakan alat yang tersedia, menguji setiap bagian, dan terus memperbaikinya sampai menjadi sistem yang benar-benar bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sorotan Pendampingan Desa

PENGEMBANGAN SIPENA VERSI 2

Membangun Sistem Penulisan Berita Desa Berbasis AI dengan Google Apps Script, Spreadsheet, Blogger, dan OpenRouter  Dari Data Kegiatan Desa ...