Bimtek diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pendampingan desa, di antaranya Sekretaris Desa Hidirasa, Sekretaris Desa Mandala, Sekretaris Desa Nangawera, perangkat Desa Ntoke, Operator Sistem Informasi Desa (SID) Desa Tadewa, Operator SID Desa Rangga Solo, serta unsur Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di wilayah Kecamatan Wera.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam membangun dan mengelola media informasi desa berbasis internet melalui platform Blogspot. Selain itu, peserta juga dibekali teknik penulisan berita yang memenuhi kaidah jurnalistik dengan menerapkan unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How), sehingga setiap informasi yang dipublikasikan memiliki nilai informasi yang baik, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mempraktikkan secara langsung pembuatan website desa, pengelolaan menu dan halaman, penulisan berita, hingga proses publikasi konten. Materi juga mencakup strategi penyebarluasan informasi melalui berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram agar informasi desa dapat diakses masyarakat secara lebih cepat dan luas.
Fasilitator kegiatan menjelaskan bahwa website desa merupakan media publikasi yang efektif sekaligus murah karena memanfaatkan layanan Blogspot secara gratis. Keberadaan website desa diharapkan menjadi sarana resmi untuk menyampaikan berbagai informasi penyelenggaraan pemerintahan desa, mulai dari penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), Musyawarah Desa (Musdes), perencanaan pembangunan, pelaksanaan kegiatan fisik, kegiatan pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai program pembangunan lainnya.
Salah seorang peserta, Sekretaris Desa Hidirasa, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pemerintah desa dalam meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat.
"Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini desa memiliki banyak kegiatan yang perlu dipublikasikan, namun belum semua aparatur memiliki kemampuan membuat media informasi sendiri. Melalui pelatihan ini kami belajar membangun website desa, menulis berita sesuai kaidah jurnalistik, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di desa masing-masing sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai program dan kegiatan desa," ujar Sekretaris Desa Hidirasa.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta, baik aparatur desa, operator SID, Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa, dapat menjadi motor penggerak dalam membangun budaya publikasi dan keterbukaan informasi di desa. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, sehingga setiap program pembangunan desa dapat diketahui dan diawasi bersama oleh masyarakat.







.jpeg)

