BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sambane Tahun 2026 serta sosialisasi pencegahan penyakit rabies dilaksanakan di Kantor Desa Sambane pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan strategis ini menjadi bagian penting dalam rangkaian tahapan Pilkades serentak di Kabupaten Bima. Selain membahas agenda politik desa, pertemuan ini juga fokus pada edukasi kesehatan masyarakat menyusul adanya kasus kematian warga akibat gigitan anjing. Kehadiran berbagai pihak memastikan agenda berjalan secara komprehensif dan terarah.
Rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kecamatan Langgudu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, hingga UPT Peternakan Kecamatan Langgudu. Dukungan teknis juga diberikan oleh BLUD Puskesmas Langgudu Timur, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Babintribun. Kehadiran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambane dan perwakilan masyarakat sangat krusial dalam proses pengambilan keputusan. Sinergi antarlembaga ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan desa berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Proses pembentukan panitia sempat diwarnai dinamika diskusi antara Sudirman, SH selaku mantan Kepala Desa Sambane dengan pihak Camat serta Kasi Pemerintahan Kecamatan Langgudu terkait mekanisme tahapan oleh BPD. Namun, berkat fasilitasi dari Pendamping Desa, perbedaan pemahaman tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Hasil musyawarah akhirnya menyepakati pembentukan panitia yang terdiri dari 7 orang anggota. Komposisi tersebut meliputi 2 orang dari unsur Pemerintah Desa, 2 orang dari Lembaga Kemasyarakatan Desa, dan 3 orang dari unsur masyarakat.
Julkarnain, Ketua BPD Sambane, menekankan pentingnya ketelitian dalam memilih personel panitia demi kesuksesan agenda besar ini. "Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan kegiatan pemilihan Kepala Desa serentak secara bergerombol di Kabupaten Bima Tahun 2026, oleh karena itu penting untuk melihat figur yang diusulkan untuk menjadi calon Panitia Pemilihan Kepala Desa, sebab Panitia Pemilihan Kepala Desa yang kita bentuk hari ini menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan Pemilihan Kepala Desa Sambane Tahun 2026," ungkap Ketua BPD Sambane. Beliau menambahkan bahwa panitia harus memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Dalam sesi kesehatan, Sri Kurniawati, SKM, M. Epid dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memberikan edukasi teknis mengenai penanganan awal gigitan hewan penular rabies. Beliau menjelaskan bahwa jika terjadi gigitan, langkah pertama adalah mencuci luka dengan sabun berbusa selama minimal 15 menit secara berulang dari atas ke bawah. "Apabila ada warga yang digigit anjing, kucing atau monyet, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mencuci bekas gigitan tersebut pakai sabun yang berbusa secara berulang-ulang (jangan pakai alkohol), selama minimal 15 menit (lebih lama lebih baik). Cara mencucinya adalah dengan digosok-gosok pakai tangan dari atas kebawah kemudian bilas dan ulangi lagi beberapa kali sampai minimal 15 menit," jelas narasumber tersebut.
Camat Langgudu, Syaikhu, SH, M. Si, turut memberikan keterangan mengenai perkembangan Pilkades di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa Desa Sambane merupakan desa keempat dari lima desa di Kecamatan Langgudu yang telah berhasil membentuk panitia. "Dari 5 Desa di Kecamatan Langgudu yang akan melaksanakan kegiatan Pemilihan Kepala Desa Tahun 2026, ini Desa yang keempat yang membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa, tinggal Desa Kangga yang belum dan mudah-mudahan dalam minggu ini semuanya sudah selesai membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa," kata Camat Langgudu. Di sisi lain, Muhsin yan mewakili Kepala Desa Sambane menegaskan bahwa panitia terpilih harus menjunjung tinggi prinsip independensi dan transparansi demi kelancaran pesta demokrasi desa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar