Pantai Lariti merupakan potensi wisata unggulan yang berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Destinasi ini memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan objek wisata pantai lainnya di wilayah Bima, yaitu fenomena alam berupa munculnya hamparan pasir di tengah laut ketika air laut surut. Fenomena tersebut membentuk jalur alami yang menghubungkan daratan dengan Pulau Lariti sehingga wisatawan dapat berjalan kaki melintasi laut pada waktu-waktu tertentu. Keunikan tersebut menjadikan Pantai Lariti sebagai salah satu ikon wisata bahari Kabupaten Bima dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Selain fenomena laut terbelah, Pantai Lariti memiliki panorama pesisir yang masih alami dengan hamparan pasir putih, perairan yang jernih, serta pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Kondisi lingkungan yang relatif masih terjaga memberikan peluang bagi pengembangan wisata berbasis alam (nature-based tourism) yang tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan. Berdasarkan klasifikasi Kementerian Pariwisata melalui Jejaring Desa Wisata (Jadesta), Desa Wisata Soro telah masuk dalam kategori Desa Wisata Maju, yang menunjukkan adanya perkembangan dalam pengelolaan destinasi wisata, ketersediaan fasilitas pendukung, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
Keberadaan Pantai Lariti memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Desa Soro. Aktivitas wisata telah membuka peluang usaha di sektor informal, seperti perdagangan makanan dan minuman, jasa parkir, penyewaan gazebo, penjualan cendera mata, serta berbagai usaha mikro lainnya. Penelitian mengenai prospek pengembangan Pantai Lariti menunjukkan bahwa sektor pariwisata berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pedagang dan menjadi salah satu sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Dari aspek pengelolaan, pengembangan Pantai Lariti telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Desa Soro, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, dan masyarakat setempat. Bentuk pengembangan yang telah dilakukan meliputi peningkatan akses menuju lokasi wisata, pembangunan fasilitas pendukung, serta penyediaan sarana bagi pengunjung. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pengembangan destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya saing Pantai Lariti sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Bima.
Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan Pantai Lariti masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana wisata, promosi yang belum optimal, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemudahan akses menuju lokasi wisata merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan promosi digital, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif menjadi strategi yang perlu terus dilakukan agar Pantai Lariti mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Desa Soro.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar