BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Rapat evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta bimbingan teknis tata kelola laporan keuangan berbasis jurnal double entry digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bima guna memperkuat tata kelola keuangan di tingkat desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus BUMDes, pendamping desa, pendamping lokal desa, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) untuk menyamakan pemahaman terkait pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Aula Rapat Kantor Dinas DPMDes Kabupaten Bima. Acara dibuka secara resmi oleh Jafung Bidang Ekonomi, Pak Bakar, yang menyampaikan arahan awal serta mengulas isu-isu strategis yang saat ini dihadapi oleh BUMDes di berbagai desa. Kehadiran para peserta dari berbagai elemen pendampingan desa diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam mengawal roda perekonomian desa.
Tujuan utama pelaksanaan rapat ini adalah mengevaluasi perkembangan pengelolaan BUMDes yang telah berjalan serta mengidentifikasi permasalahan yang menghambat kinerja unit usaha desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas bagi pengurus BUMDes dan pendamping terkait tata kelola keuangan yang benar. Koordinasi yang erat antara pengurus BUMDes dengan pendamping desa maupun pendamping lokal desa menjadi fokus utama agar pengelolaan bisnis desa berjalan sesuai kaidah yang berlaku.
Dalam sesi penyampaian materi pertama, Kabid Ekonomi Doktor Zuwaid mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bima menyampaikan evaluasi menyeluruh mengenai perkembangan BUMDes. Beliau menguraikan berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan, mulai dari aspek administrasi, manajemen bisnis, hingga pelaporan keuangan yang belum standar. Paparan ini menjadi landasan penting bagi peserta untuk memahami akar masalah dan menentukan langkah perbaikan yang tepat guna menggerakkan roda ekonomi desa.
Sesi lanjutan diisi dengan bimbingan teknis tata kelola keuangan desa berbasis jurnal double entry yang disampaikan langsung oleh TAPM. Metode penyampaian tidak hanya bersifat teoritis, melainkan dilengkapi dengan praktik evaluasi langsung terhadap hasil pencatatan jurnal double entry salah satu BUMDes peserta. Pendekatan praktis ini dimaksudkan agar pengurus dan pendamping dapat memahami aplikasi pencatatan keuangan secara nyata, mengoreksi kesalahan pencatatan, serta memastikan neraca keuangan BUMDes mencerminkan kondisi aktual usaha desa.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini semua BUMDes dapat menertibkan tata kelola keuangan berbasis aplikasi jurnal double entry. Seluruh BUMDes wajib membangun koordinasi yang erat dengan pendamping desa atau pendamping lokal desa dalam pengelolaan keuangan, sehingga transparansi dan akuntabilitas terwujud dengan baik," ujar Doktor Zuwaid selaku Kabid Ekonomi DPMDes Kabupaten Bima. Beliau menegaskan bahwa penerapan sistem double entry bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan instrumen vital untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan aset desa.
Penutupan rapat ditandai dengan kesepakatan tindak lanjut berupa pemantauan berkala terhadap penerapan jurnal double entry di setiap BUMDes. Dinas DPMDes Kabupaten Bima berkomitmen untuk terus menyediakan bantuan teknis dan pendampingan intensif guna memastikan keberlanjutan pengelolaan BUMDes yang sehat. Dengan terwujudnya tata kelola keuangan yang rapi, diharapkan BUMDes mampu berkembang menjadi motor penggerak perekonomian desa yang mandiri dan berdaya saing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar