🏝️ Destinasi : Festival Sangiang Api
✨ Daya Tarik : Saksikan kemeriahan budaya unik di Festival Sangiang Api!
Desa Sangiang yang terletak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, menyimpan sebuah kekayaan budaya yang sangat istimewa. Setiap tahunnya, tepatnya pada bulan Juli hingga Agustus mengikuti pola angin musim tenggara, desa ini menyelenggarakan Festival Sangiang Api. Keunikan festival ini terletak pada eksklusivitasnya, di mana kemeriahan acara serupa tidak dapat ditemukan di tempat lain. Perayaan ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan keindahan alam pesisir.
Berbagai rangkaian kegiatan menarik tersaji dalam festival tahunan ini. Pengunjung dapat menyaksikan kemeriahan lomba perahu layar dan sampan dayung yang memacu adrenalin di perairan. Selain kompetisi air, tersedia pula perlombaan pacuan kuda yang ikonik, kegiatan Fun Run sejauh 10 kilometer, serta berbagai lomba hari budaya lainnya. Suasana festival semakin hidup dengan kehadiran berbagai produk UMKM yang menyajikan kuliner khas dan kerajinan tangan sebagai buah tangan bagi para wisatawan.
Bagi pecinta alam, Desa Sangiang menawarkan paket wisata lengkap yang memanjakan mata. Pengunjung dapat menikmati panorama alam yang indah, mulai dari menyaksikan matahari terbit hingga momen matahari terbenam yang memukau. Aktivitas seperti snorkeling, berenang, memancing, hingga trekking menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berinteraksi langsung dengan alam. Selain itu, area ini juga sangat cocok untuk kegiatan camping bagi mereka yang ingin merasakan suasana malam di tepi pantai.
Akses menuju lokasi festival ini tergolong sangat baik. Dari pusat kota Bima, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan aspal. Sementara itu, jika berangkat dari pusat Kecamatan Wera, waktu tempuh hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja. Kemudahan akses ini diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Sangiang.
Pengelolaan festival ini melibatkan peran aktif masyarakat secara luas. Warga setempat turut serta mengelola area parkir, warung makan, hingga penyediaan jasa sewa perahu dan pemandu trekking. Kehadiran festival ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi desa, terutama dalam membuka peluang usaha kuliner dan penjualan hasil kerajinan. Hal ini secara langsung membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta pendapatan asli desa melalui pengelolaan wisata yang terintegrasi.
Meskipun memiliki potensi besar, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti pengelolaan sampah saat festival berlangsung serta keterbatasan anggaran penyelenggaraan. Selain itu, ketersediaan penginapan permanen masih terbatas, sehingga wisatawan umumnya memilih untuk bermalam menggunakan tenda camping. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengembangan wisata di masa depan agar lebih berkelanjutan dan nyaman bagi pengunjung.
Ke depannya, terdapat harapan besar untuk pengembangan Desa Sangiang, terutama dalam penyediaan fasilitas homestay bagi wisatawan. Pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta kampanye sadar sampah menjadi prioritas untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan dukungan fasilitas pembuangan sampah yang memadai saat festival berlangsung, Festival Sangiang Api diharapkan dapat terus tumbuh menjadi ikon wisata budaya dan alam yang mendunia.







