SELAMAT DATANG DI BLOG TPP

Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Bima – Media informasi, Edukasi, koordinasi, dan publikasi kegiatan pendampingan desa.

Hot News

🔥 HOT NEWS

MENU HORISONTAL DASBORD

Jumat, 14 Agustus 2026

Upaya Sinkronisasi Data Siskeudes Desa Sangiang di sekretariat P3MD

By Susanto  —  14 August 2026 19:03  —  TPP BIMA NEWS

BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Upaya sinkronisasi dan perbaikan data Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) menjadi fokus utama dalam pertemuan konsultasi di Sekretariat P3MD Kabupaten pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi kendala teknis terkait penginputan anggaran APBDes yang mengalami ketidaksesuaian pada sistem aplikasi. Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan seluruh administrasi keuangan desa dapat kembali berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan di tingkat desa.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Operator Siskeudes Desa Sangiang yang melakukan konsultasi langsung dengan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM). Permasalahan bermula saat ditemukan adanya kendala dalam pelaporan pertanggungjawaban SPP Panjar di dalam aplikasi Siskeudes. Ketidaksesuaian ini muncul akibat adanya perbedaan antara data yang telah direkam dalam aplikasi Onspam dengan dokumen RPU pengajuan tahap pertama. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus agar seluruh data keuangan dapat terintegrasi dengan sempurna tanpa ada selisih angka.

Dalam proses pemeriksaan, TAPM melakukan verifikasi mendalam terhadap file RPU Tahap 1 milik Desa Sangiang. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekeliruan pada rumus penjumlahan nilai yang menyebabkan terjadinya selisih pada pengajuan anggaran tahap sebelumnya. Sebagai solusi, dilakukan perbaikan rumus penjumlahan pada dokumen RPU tersebut untuk memastikan akurasi data. Selain itu, diberikan penjelasan komprehensif mengenai alur pengelolaan keuangan di Siskeudes, mulai dari tahap penganggaran hingga tahap pelaporan akhir.

Berdasarkan hasil konsultasi, disimpulkan bahwa perbaikan data tersebut tidak dapat dilakukan secara instan di tengah jalan. Operator diberikan pemahaman bahwa setiap perubahan harus dilakukan melalui mekanisme Perubahan  APBDes. Hal ini dikarenakan sistem tidak mengizinkan perubahan data tanpa melakukan pencabutan posting APBDes dan memerlukan persetujuan dari admin Siskeudes tingkat kabupaten. Prosedur ini sangat penting untuk menjaga integritas data keuangan desa agar tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Operator Siskeudes Desa Sangiang, Herdin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bimbingan yang telah diberikan selama proses konsultasi berlangsung. "Saya mengucapkan banyak terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh Bapak Susanto, selaku TAPM, yang telah meluangkan waktu di hari Jumat ini untuk memberikan bimbingan serta ruang konsultasi dan pencerahan dalam pengelolaan Sistem Keuangan Desa berbasis aplikasi Siskeudes. Harapannya ke depan, Bapak bersedia meluangkan waktu kembali untuk memberikan bimbingan serta arahan guna meningkatkan kapasitas kami dalam pengelolaan sistem keuangan desa maupun kapasitas lainnya yang berkaitan dengan desa. Tetaplah menjadi guru bagi kami yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas," ujar Herdin.

Pesona Festival Sangiang Api: Perayaan Budaya dan Laut di Desa Sangiang

📍 Desa : Sangiang
🏝️ Destinasi : Festival Sangiang Api
✨ Daya Tarik : Saksikan kemeriahan budaya unik di Festival Sangiang Api!
Desa Sangiang di Kecamatan Wera memiliki potensi wisata luar biasa melalui Festival Sangiang Api. Diselenggarakan setiap tahun pada bulan Juli hingga Agustus mengikuti pola angin musim tenggara, festival ini menawarkan perpaduan unik antara kompetisi laut, budaya, dan olahraga. Pengunjung dapat menikmati lomba perahu layar, pacuan kuda, hingga fun run. Selain wisata alam seperti snorkeling dan camping, festival ini menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan keterlibatan aktif masyarakat setempat.

Desa Sangiang yang terletak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, menyimpan sebuah kekayaan budaya yang sangat istimewa. Setiap tahunnya, tepatnya pada bulan Juli hingga Agustus mengikuti pola angin musim tenggara, desa ini menyelenggarakan Festival Sangiang Api. Keunikan festival ini terletak pada eksklusivitasnya, di mana kemeriahan acara serupa tidak dapat ditemukan di tempat lain. Perayaan ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan keindahan alam pesisir.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik tersaji dalam festival tahunan ini. Pengunjung dapat menyaksikan kemeriahan lomba perahu layar dan sampan dayung yang memacu adrenalin di perairan. Selain kompetisi air, tersedia pula perlombaan pacuan kuda yang ikonik, kegiatan Fun Run sejauh 10 kilometer, serta berbagai lomba hari budaya lainnya. Suasana festival semakin hidup dengan kehadiran berbagai produk UMKM yang menyajikan kuliner khas dan kerajinan tangan sebagai buah tangan bagi para wisatawan.

Bagi pecinta alam, Desa Sangiang menawarkan paket wisata lengkap yang memanjakan mata. Pengunjung dapat menikmati panorama alam yang indah, mulai dari menyaksikan matahari terbit hingga momen matahari terbenam yang memukau. Aktivitas seperti snorkeling, berenang, memancing, hingga trekking menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berinteraksi langsung dengan alam. Selain itu, area ini juga sangat cocok untuk kegiatan camping bagi mereka yang ingin merasakan suasana malam di tepi pantai.

Akses menuju lokasi festival ini tergolong sangat baik. Dari pusat kota Bima, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan aspal. Sementara itu, jika berangkat dari pusat Kecamatan Wera, waktu tempuh hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja. Kemudahan akses ini diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Sangiang.

Pengelolaan festival ini melibatkan peran aktif masyarakat secara luas. Warga setempat turut serta mengelola area parkir, warung makan, hingga penyediaan jasa sewa perahu dan pemandu trekking. Kehadiran festival ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi desa, terutama dalam membuka peluang usaha kuliner dan penjualan hasil kerajinan. Hal ini secara langsung membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta pendapatan asli desa melalui pengelolaan wisata yang terintegrasi.

Meskipun memiliki potensi besar, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti pengelolaan sampah saat festival berlangsung serta keterbatasan anggaran penyelenggaraan. Selain itu, ketersediaan penginapan permanen masih terbatas, sehingga wisatawan umumnya memilih untuk bermalam menggunakan tenda camping. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengembangan wisata di masa depan agar lebih berkelanjutan dan nyaman bagi pengunjung.

Ke depannya, terdapat harapan besar untuk pengembangan Desa Sangiang, terutama dalam penyediaan fasilitas homestay bagi wisatawan. Pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta kampanye sadar sampah menjadi prioritas untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan dukungan fasilitas pembuangan sampah yang memadai saat festival berlangsung, Festival Sangiang Api diharapkan dapat terus tumbuh menjadi ikon wisata budaya dan alam yang mendunia.

Rapat Koordinasi TPP Kabupaten Bima Perkuat Kapasitas Pendamping Desa

By Dody  —  14 August 2026 06:53  —  TPP BIMA NEWS


BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) bulan Agustus diselenggarakan untuk memperkuat sinergi antar pendamping di wilayah Kabupaten Bima. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 ini bertempat di Sekretariat P3MD Kabupaten Bima. Pertemuan ini menjadi wadah strategis dalam membangun koordinasi lintas pendamping di tingkat kabupaten. Melalui forum ini, seluruh tenaga pendamping diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam menjalankan tugas di lapangan. Sinergi yang kuat menjadi kunci utama keberhasilan program pembangunan desa di masa mendatang.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Bima. Selain para pendamping, hadir pula Koordinator Kabupaten dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten sebagai narasumber utama. Agenda dimulai dengan pemaparan mengenai isu-isu manajemen pendampingan bulan Agustus yang krusial. Poin-poin tersebut menjadi perhatian khusus agar proses pendampingan di desa berjalan sesuai regulasi. Fokus utama diskusi adalah memastikan setiap kendala di lapangan dapat teratasi dengan solusi yang tepat.

Memasuki sesi inti, TAPM Kabupaten Bima menyampaikan materi teknis mengenai pentingnya pemutakhiran Indeks Desa. Selain pembahasan Indeks Desa, peserta juga mendapatkan penguatan materi terkait prosedur pendaftaran badan hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Materi ini sangat penting mengingat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa yang memerlukan legalitas hukum yang kuat. Pemahaman yang mendalam mengenai regulasi ini diharapkan dapat meminimalkan hambatan administrasi di tingkat desa. Hal ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga pendamping secara berkelanjutan.

Koordinator Kabupaten TPP Kabupaten Bima menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Pendamping Desa Bulan Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan komitmen seluruh pendamping dalam meningkatkan kualitas pendampingan desa. Selain mengevaluasi pelaksanaan tugas, rapat juga membahas berbagai isu manajemen program guna memastikan pendampingan berjalan efektif, profesional, dan berdampak bagi kemajuan desa, ujar Koordinator Kabupaten.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, telah disusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang sangat mendesak. Fokus utama dalam RKTL tersebut adalah penyelesaian verifikasi Indeks Desa 2026 yang harus rampung pada 18 Agustus 2026. Proses verifikasi ini akan dilaksanakan pada tingkat kecamatan sebagai tahapan krusial sebelum masuk ke tahap berikutnya. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas ini sangat menentukan akurasi data pembangunan desa di Kabupaten Bima. Seluruh pendamping berkomitmen untuk menuntaskan target tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Kamis, 13 Agustus 2026

Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia: Dari Desa Kita Bangun Kemandirian untuk Kesejahteraan Seluruh Warga

 


Tanggal 17 Agustus 2026 menjadi momentum istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan sebagai tonggak lahirnya negara yang berdaulat, merdeka, dan berkeadilan.

Semangat kemerdekaan yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi juga menjadi energi untuk terus melanjutkan pembangunan di berbagai bidang, termasuk pembangunan desa. Desa sebagai ujung tombak pemerintahan dan pusat kehidupan masyarakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Tema "Dari Desa Kita Bangun Kemandirian untuk Kesejahteraan Seluruh Warga" mengandung makna bahwa kemajuan bangsa berawal dari kemajuan desa. Ketika desa mampu mengelola potensi yang dimiliki secara optimal, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga persatuan dan gotong royong, maka kesejahteraan warga akan semakin meningkat.

Pembangunan desa bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur desa, pemberdayaan kelompok perempuan, pemuda, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pengembangan inovasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan. Nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan seluruh warga, berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini, mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan desa. Dari desa yang mandiri akan lahir masyarakat yang sejahtera, dan dari desa yang maju akan terwujud Indonesia yang semakin kuat dan berdaya saing.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

"Dari Desa Kita Bangun Kemandirian untuk Kesejahteraan Seluruh Warga."

Mari terus bergerak bersama, memperkuat gotong royong, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Rabu, 12 Agustus 2026

Evaluasi Penilaian Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting

By REDAKSI  —  12 August 2026 14:46  —  TPP BIMA NEWS

BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Pemerintah Kabupaten Bima menggelar rapat pembahasan hasil penilaian Desa Berkinerja Baik dalam upaya konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas DPMDes ini bertujuan untuk melakukan verifikasi serta klarifikasi terhadap hasil penilaian lapangan yang telah dilakukan oleh tim penilai. Melalui forum ini, setiap indikator penilaian dibahas secara mendalam guna memastikan hasil yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kinerja nyata desa. Proses ini menjadi sangat krusial untuk menjamin bahwa penetapan desa terbaik berjalan secara transparan dan akuntabel. Dengan adanya penyamaan persepsi antar instansi, diharapkan hasil akhir penilaian memiliki validitas yang tinggi.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Kepala Dinas DPMDes Kabupaten Bima, Kabid KPA Sosbud Dinas DOMDes, serta perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Turut hadir pula perwakilan dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas DP3AP2KB, dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bima. Kehadiran lintas sektor ini memastikan bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang teknis. Sinergi antar instansi ini menjadi kunci utama dalam mengukur keberhasilan program penanganan stunting di wilayah tersebut.

Pelaksanaan rapat diawali dengan pembukaan oleh Kabid KPA Sosbud DPMDes yang kemudian dilanjutkan dengan arahan khusus dari Kepala Dinas. Dalam arahannya, Kepala Dinas menekankan pentingnya menghasilkan kesimpulan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun lapangan. Setelah pemaparan, setiap anggota tim diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan masukan terhadap hasil penilaian yang telah dikumpulkan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada data yang terlewat dalam proses evaluasi.

Setelah seluruh masukan diterima, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pleno untuk menentukan desa mana saja yang layak masuk ke dalam nominasi Desa Berkinerja Baik. Langkah ini merupakan tahapan krusial dalam menentukan apresiasi bagi desa yang telah berkomitmen tinggi dalam program kesehatan masyarakat. "Kegiatan rapat pembahasan hasil penilaian Desa Berkinerja Baik ini merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh proses penilaian berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Melalui forum ini, tim penilai melakukan verifikasi dan pencermatan terhadap hasil penilaian lapangan sehingga desa yang ditetapkan sebagai terbaik benar-benar menunjukkan komitmen dan kinerja nyata dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bima," ujar H. Masykur, Kepala Dinas DPMDes.

Melalui mekanisme penilaian yang ketat ini, diharapkan desa-desa di Kabupaten Bima semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan stunting. Keberhasilan konvergensi ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal melalui penguatan peran aktif pemerintah desa.

Desa Lamere Raih Status Maju Melalui Pemutakhiran Indeks Desa

By REDAKSI  —  12 August 2026 10:43  —  TPP BIMA NEWS

BIMA | TPP BIMA BLOG NEWS — Desa Lamere berhasil menetapkan status kategori Maju setelah melalui rangkaian proses finalisasi pemutakhiran data Indeks Desa Tahun 2026 yang dilaksanakan secara intensif di Kantor Desa Lamere.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 ini difokuskan pada pengecekan mendalam serta verifikasi seluruh data guna memastikan kesesuaian kondisi lapangan dengan dokumen yang tersedia. Proses ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor B-113/PDP.03.04/VII/2026 mengenai pemutakhiran data tersebut. Melalui serangkaian verifikasi yang ketat, seluruh perangkat desa bersama pihak terkait telah berhasil merumuskan hasil akhir status indeks desa. Hasil tersebut kemudian diresmikan melalui penyerahan Berita Acara Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting pemerintahan desa guna menjamin akurasi data yang dihasilkan. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap indikator dalam Indeks Desa telah diperbarui secara komprehensif. Sinergi antara pemerintah desa dan pendamping desa menjadi kunci utama dalam menyusun dokumen administrasi yang akuntabel. Hal ini sangat penting agar data yang disajikan benar-benar mencerminkan realitas sosial dan ekonomi di masyarakat.

Kepala Desa Lamere, Fajiadin, menekankan pentingnya akurasi data ini sebagai landasan strategis bagi kebijakan desa ke depan. “Kami menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan finalisasi Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026. Data yang telah diperbarui diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.” ujar Kepala Desa.

Pendamping Lokal Desa (PLD), Doddy Afrianto, menjelaskan bahwa proses finalisasi ini merupakan tahapan krusial dalam pemutakhiran data secara nasional. “Finalisasi dilakukan untuk memastikan data Indeks Desa Tahun 2026 telah sesuai dengan kondisi terkini. Hasilnya, Desa Lamere berada pada kategori MAJU, dan Berita Acara Pemutakhiran Data Indeks Desa telah diserahkan sebagai dokumen hasil kegiatan.” jelas Pendamping Desa.

Dengan tercapainya status kategori Maju, Desa Lamere menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola administrasi dan pembangunan desa. Data yang telah terverifikasi ini akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di tahun-tahun mendatang. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus menjaga kualitas data agar program-program yang dijalankan tepat sasaran. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sorotan Pendampingan Desa

PENGEMBANGAN SIPENA VERSI 2

Membangun Sistem Penulisan Berita Desa Berbasis AI dengan Google Apps Script, Spreadsheet, Blogger, dan OpenRouter  Dari Data Kegiatan Desa ...