PADA MU NEGERI KAMI MENGABDI

Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Bima – Media informasi, Edukasi, koordinasi, dan publikasi kegiatan pendampingan desa.

Hot News

🔥 HOT NEWS

Jumat, 06 Februari 2026

Lokakarya dan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Desa Responsif Gender, Tangguh Bencana, dan Berketahanan Iklim

 


Provinsi Nusa Tenggara Barat – Kota Bima, 4–5 Februari 2026

Diselenggarakan oleh UN Women Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Desa, PDT dan mitra Program WE NEXUS

Lokakarya dan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Desa Responsif Gender, Tangguh Bencana, dan Berketahanan Iklim diselenggarakan pada tanggal 4–5 Februari 2026, bertempat di Hotel Marina Inn, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Empowered Women for Sustainable Peace (WE NEXUS) yang dijalankan UN Women Indonesia bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, serta sejumlah mitra lain untuk periode 2023–2026.

Program WE NEXUS mendapat dukungan pendanaan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan melibatkan tujuh kementerian/lembaga, tiga pemerintah provinsi, serta limabelas pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten dan Kota Bima. Program ini fokus pada penguatan ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana, perubahan iklim, serta perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konteks perdamaian dan kemanusiaan.

Latar Belakang Kegiatan

Penguatan kapasitas pemerintah desa merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa kebijakan nasional terkait Desa Tangguh Bencana, Desa Berketahanan Iklim, serta Pembangunan Responsif Gender dapat diterapkan secara nyata di tingkat desa.

Sejalan dengan tujuan program WE NEXUS, kegiatan Lokakarya dan Bimtek ini diselenggarakan untuk mendukung desa dalam menyusun dokumen:

  • RPJMDes 2026–2031,

  • RKPDes Tahun 2026,
    dengan mengintegrasikan perspektif gender, ketangguhan bencana, dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, pemerintah desa didorong untuk memperkuat perencanaan berbasis risiko, memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, dan memastikan proses pembangunan desa berjalan inklusif serta adaptif terhadap ancaman bencana dan perubahan iklim.


Tujuan Kegiatan

Lokakarya dan Bimtek ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menerapkan prinsip responsif gender, tangguh bencana, dan berketahanan iklim dalam proses perencanaan dan penganggaran desa.

  2. Memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, adaptif, dan berbasis risiko.

  3. Mendorong integrasi isu perempuan, kelompok rentan, dan mitigasi bencana dalam dokumen perencanaan desa (RPJMDes, RKPDes) serta penganggaran (APBDes).

  4. Menguatkan kelembagaan desa, termasuk Satgas Deteksi Dini, Satgas PPA, Karang Taruna, dan kelompok perempuan dalam peran pencegahan kekerasan, peningkatan ketahanan sosial, serta kesiapsiagaan bencana.

Pembukaan dan Sambutan

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Bima, Bapak Drs. H. Masykur, MM, yang hadir mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UN Women Indonesia, Kementerian Desa, PDT, serta seluruh mitra pelaksana Program WE NEXUS atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Bima/Kota Bima.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan Lokakarya dan Bimtek ini memiliki arti strategis bagi pemerintah desa, mengingat tantangan yang dihadapi desa-desa di wilayah Bima semakin kompleks, baik dari sisi sosial, lingkungan, maupun bencana hidrometeorologi.

Narasumber Utama

Kegiatan menghadirkan pemaparan dari:

Ibu Ir. Eppy Lugiarti, M.P.

Analis Kebijakan Ahli Madya – Kementerian Desa, PDT

Beliau menyampaikan materi mengenai:

  • Kebijakan Kemendes PDT dalam implementasi Desa Tangguh Bencana & Desa Berketahanan Iklim;

  • Integrasi perspektif gender dalam seluruh siklus pembangunan desa;

  • Dampak perubahan iklim dan ancaman bencana di wilayah NTB;

  • Peran strategis desa dalam mitigasi risiko dan perlindungan kelompok rentan;

  • Penerapan pedoman yang telah disusun Kemendes PDT untuk perencanaan desa responsif risiko dan inklusif.

Materi ini menjadi landasan penting bagi peserta dalam menyusun rencana aksi desa.

Peserta Kegiatan

Kegiatan ini dihadiri oleh 41 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok perempuan, karang taruna, serta satgas di desa/kelurahan dari Kabupaten Bima dan Kota Bima.

A. Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Bima

Dinas Sosial (Kab./Kota Bima), DP3A (Kab./Kota Bima), Dinas PMD Kabupaten Bima, BPBD (Kab./Kota Bima), Bappeda (Kab./Kota Bima)
(masing-masing 1 orang peserta)

B. Pemerintah Desa & Unsur Masyarakat – Kabupaten Bima

Kepala Desa, BPD, Kelompok Perempuan, Karang Taruna, dan Satgas Deteksi Dini dari:
Desa Ncera, Rato, Roi, dan Samili
(masing-masing 1 orang per unsur desa)

C. Pemerintah Kelurahan & Unsur Masyarakat – Kota Bima

Lurah, Kelompok Perempuan, Karang Taruna, dan Satgas PPA dari: 

Kelurahan Paruga, Kelurahan Dara, dan Kelurahan Penatoi
(masing-masing 1 orang per unsur kelurahan)

D. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bima

Koordinator TAPM dan TAPM Kabupaten

Rangkaian Materi dan Diskusi

Selama dua hari kegiatan, peserta mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, serta latihan penyusunan dokumen perencanaan. Pokok bahasan kegiatan meliputi:

1. Perencanaan Desa Responsif Gender

  • Mengidentifikasi kebutuhan spesifik perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

  • Penyusunan data terpilah serta penggunaannya dalam perencanaan.

  • Mekanisme partisipasi perempuan dalam musyawarah desa.

2. Pembangunan Desa Tangguh Bencana

  • Analisis risiko bencana tingkat desa.

  • Penyusunan dokumen Rencana Kontinjensi Desa.

  • Penguatan peran Satgas Deteksi Dini dan Karang Taruna dalam kesiapsiagaan.

3. Desa Berketahanan Iklim

  • Dampak perubahan iklim di wilayah Bima dan rekomendasi adaptasi desa.

  • Praktik pengelolaan sumber daya air dan lingkungan berbasis komunitas.

  • Integrasi mitigasi iklim ke dalam APBDes.

4. Latihan Penyusunan RKPDes dan APBDes

Peserta berlatih langsung menyusun:

  • Analisis kebutuhan responsif gender

  • Peta risiko bencana

  • Matriks program ketahanan iklim

  • Rencana aksi desa

  • Penjabaran kegiatan ke dalam APBDes

Latihan ini menjadi ruang bagi peserta untuk menerapkan materi secara aplikatif dan menghasilkan rencana aksi yang dapat langsung ditindaklanjuti di desa masing-masing.


*Materi  Dukungan Kementrian Desa dan PDT  Dalam Pelaksanaan  Desa  Tangguh Bencana dan Berketahanan Iklim*




Hasil dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini menghasilkan beberapa komitmen penting, yaitu:

  1. Integrasi isu gender, bencana, dan iklim dalam perencanaan desa tahun 2026–2027 pada desa/kelurahan peserta.

  2. Penguatan peran kelompok perempuan, BPD, Karang Taruna, dan Satgas dalam musyawarah dan perencanaan desa.

  3. Penyusunan draft awal peta risiko dan rencana aksi desa yang akan disempurnakan bersama pendamping desa dan pemerintah daerah.

  4. Peningkatan koordinasi lintas sektor antara Dinas Sosial, DP3A, BPBD, PMD, Bappeda, serta pemerintah desa/kelurahan.


*Materi  Desa  Tangguh Bencana*



Penutup

Lokakarya dan Bimtek ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bima dan Kota Bima untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi ancaman bencana dan dampak perubahan iklim, sekaligus memastikan pembangunan desa yang inklusif dan responsif gender.

Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan desa-desa di NTB semakin siap, tangguh, dan adaptif, serta mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.

*Materi  Pokja Pengelolaan SDA, Lingkungan & Kebencanaan dengan Pendekatan Model Bisnis Canvas  for Social Enterprise (MBCSE)*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sorotan Pendampingan Desa

PEMBELAJARAN LANJUTAN JURNAL DOUBEL ENTRY

  Implementasi Jurnal Double Entry Metode Perpetual Pada Unit Usaha Perdagangan BUMDes Menggunakan PPAK BUMDes Versi 4.2 Pada artikel kam...