PADA MU NEGERI KAMI MENGABDI

Selamat datang di Blog Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Bima – Media informasi, Edukasi, koordinasi, dan publikasi kegiatan pendampingan desa.

Hot News

🔥 HOT NEWS

Selasa, 03 Maret 2026

PEMBELAJARAN LANJUTAN JURNAL DOUBEL ENTRY

 


Implementasi Jurnal Double Entry Metode Perpetual

Pada Unit Usaha Perdagangan BUMDes Menggunakan PPAK BUMDes Versi 4.2

Pada artikel kami sebelumnya telah dijelaskan tahapan awal sebelum menggunakan aplikasi PPAK BUMDes Versi 4.2, mulai dari pengaturan Tgl/Bln/Thn pada perangkat menggunakan  Regional Setting ke format Indonesia hingga kewajiban sebelum mengoperasikan Aplikasi membaca Sheet “Baca Dulu” sebagai panduan teknis penyesuaian sistem dengan Microsoft Office bawaan perangkat.

Pada bagian ini, kita masuk pada substansi utama: implementasi sistem pencatatan double entry dengan metode perpetual pada unit usaha perdagangan BUMDes, termasuk integrasi pembaruan pada sheet BP Persediaan, Sheet EIS dan Sheet Inventaris :

  • Sheet  BP Persediaan _Form Rekapitulasi Bahan Persediaan

  • Sheet BP Persediaan_Perhitungan HPP otomatis metode rata-rata dan  memperhitungkan Barang Persediaan Lama yang belum terjual, Biaya Pengangkutan Barang serta Biaya Upah bongkar muat. 

  • Sheet  EIS  di desain  untuk menampilkan nilai kesehatan bumdes  setiap Bulan sebagai acuan Direktur dapat memantau serta melaporkan dan Menyusun langkah langkah perbaikan kinerja bumdes. Pada Aplikasi PPAK BUMDes Versi 4.2. sebelumnya Nilai EIS hanya Muncul jika sudah melakukan Pencatatan jurnal sampai Pada Akhir tahun berjalan. 

  • Penambahan Sheet Buku Inventaris untuk melaporkan inventaris Bumdes serta melaporkan penyusutan inventaris setiap bulan dalam tahun berajalan.

1. Konsep Dasar: Double Entry dan Metode Perpetual

A. Double Entry (Sistem Berpasangan)

Setiap transaksi dicatat minimal dalam dua akun:

  • Satu sisi Debit (  Debit Wajib dicatat lebih dulu)

  • Satu sisi Kredit ( Kredit dicatat kemudian setelah Debit) 

Prinsip fundamental:

Total Debit = Total Kredit

Dalam konteks Unit Perdagangan Saprodi  BUMDes, akun yang paling sering terlibat adalah:

  • Kas Tunai

  • Kas Bank

  • Persediaan Barang Dagang

  • Hutang Usaha

  • Piutang usaha

  • Pendapatan Penjualan Barang Dagangan

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)

  • Modal

B. Metode Perpetual

Metode perpetual berarti:

  • Setiap pembelian → langsung menambah akun Persediaan

  • Setiap penjualan → langsung mengurangi Persediaan dan mencatat HPP

  • Saldo persediaan selalu terupdate secara real-time

Berbeda dengan metode periodik, metode perpetual memberikan:

  • Kontrol stok lebih akurat

  • Informasi HPP lebih cepat

  • Pengawasan margin usaha lebih presisi

Ini sangat relevan untuk unit perdagangan BUMDes yang memiliki perputaran barang harian.

2. Integrasi Metode Perpetual dalam PPAK BUMDes Versi 4.2

Dalam pengembangan yang telah  kami lakukan, terdapat penambahan penting yang meningkatkan akurasi sistem:

A. Sheet “BP Persediaan”

Sheet ini berfungsi sebagai:

  • Buku Pembantu Persediaan

  • Pengendali stok

  • Basis perhitungan HPP rata-rata

Setiap transaksi pembelian akan:

  1. Menambah kuantitas

  2. Menambah nilai persediaan

  3. Menghitung ulang harga rata-rata

B. Perhitungan HPP Metode Rata-Rata (Average Cost Method)

Formula konsepnya:

Harga Rata-rata Baru =
(Nilai Persediaan Lama + Nilai Pembelian Baru)
÷
(Jumlah Unit Lama + Jumlah Unit Baru)

Saat terjadi penjualan:

HPP = Jumlah Terjual × Harga Rata-rata Terakhir

Dengan sistem ini:

  • Sisa persediaan lama tetap diperhitungkan

  • Tidak terjadi lonjakan HPP ekstrem akibat pembelian harga berbeda

  • Margin usaha lebih stabil dan rasional

3. Alur Pencatatan Transaksi Perdagangan

A. Saat Pembelian Tunai :

Contoh:
Pembelian Bibit Jagung Merk A  100 Kg @Rp. 120.000 , Merk B  200 Kg  @Rp. 150.000  dan Herbisida Jenis A  20 botol @Rp. 50.000 , Jenis B 30 botol  @Rp. 55.000  secara Tunai. 

Jurnal:

Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Bibit jagung merk A
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Bibit jagung merk B
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Herbisida Jenis A
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Herbisida Jenis B

Kas (K) Uraian Pembelian Bibit jagung dan Herbisida
secara tunai
(Lihat Contoh PPAK Bumdes Lampiran)


B. Jika pembelian kredit:

Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Bibit jagung merk A
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Bibit jagung merk B
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Herbisida Jenis A
Persediaan Barang Dagang (D) uraian pembelian Herbisida Jenis B

Hutang Usaha (K) Uraian Pembelian Bibit jagung dan Herbisida
secara kredit

Sheet BP Persediaan otomatis:

  • BP Persediaan Membaca secara Otomatis Untuk Pengisian Laporan Stock Persediaan Barang, baik bertambah atau berkurang.

  • BP persediaan juga Akan membaca secara Otomatis Tgl Pemblian , Jumlah dan Harga Pembelian  termasuk  juga  data data penjualan. 

  • HPP  pada sheet BP Persediaan juga akan membaca dan menghitung secara otomatis  HPP rata rata terkini  sebagai acuan dalam pencatatan Jurnal.


Catatan : 
  1. Pada saat terjadinya Pembelian Jenis Barang dagangan dari Pihak Pemasok maka sebelum melakukan pencatatan pada Jurnal, Terlebih dahulu di input Nama nama jenis barang dan Satuan pada sheet BP Persedian Laporan Stok Barang. Sedangkan Jumlah unit dan harga Pembelian secra otomatis akan terisi pada saat pengisian Jurnal.
  2. Pada Pengisian pencatatan Jurnal Pembelian Barang, Jumlah masing masing unit di isi dengan Nilai +
  3. Jika jumlah Barang dagangan yang dijual oleh bumdes lebih dari 100 jenis maka pada buku stock barang  di insert tambah baris. 

C. Saat Penjualan Tunai

Contoh:
Penjualan Bibit jagung Merk A 10 Kg dan herbisida Jenis A  5 bootl

Jurnal 1 (Penjualan):

Akun Kas (D) uraian Penjualan Bibit jagung merk A dan
Herbisida Jenis A Secara Tunai
Akun Pendapatan penjualan (K) uraian Penjualan Bibit jagung merk A
dan Herbisida Jenis A Secara Tunai

Jurnal 2 (Pengakuan HPP):

Harga Pokok Penjualan (D) Uraian HPP bibit jagung Merk A
Harga Pokok Penjualan (D) Uraian HPP Herbisida Jenis A

Persediaan Barang Dagang (K) Uraian Pengurangan/penjualan Bibit
Jagung merk A (-10)
Persediaan Barang Dagang (K) Uraian Pengurangan/penjualan Herbisida
Jenis A (-5)

Inilah inti metode perpetual:
Setiap penjualan langsung memengaruhi persediaan dan laba.

D. Saat Penjualan  Kredit

Contoh:
Penjualan Bibit jagung Merk A 10 Kg dan herbisida Jenis A  5 bootl

Jurnal 1 (Penjualan):

Akun Piutang usaha (D) uraian Penjualan Bibit jagung merk A dan
Herbisida Jenis A Secara Kredit
Akun Pendapatan penjualan (K) uraian Penjualan Bibit jagung merk A
dan Herbisida Jenis A Secara Tunai

Jurnal 2 (Pengakuan HPP):

Harga Pokok Penjualan (D) Uraian HPP bibit jagung Merk A
Harga Pokok Penjualan (D) Uraian HPP Herbisida Jenis A

Persediaan Barang Dagang (K) Uraian Pengurangan/penjualan Bibit
Jagung merk A (-10)
Persediaan Barang Dagang (K) Uraian Pengurangan/penjualan Herbisida
Jenis A (-5)
Catatan : 
Jika  terjadi Penjualan Barang dagangan secara kredit  maka sebelum melakukan pencatatan pada Buku Jurnal terlebih dahulu  dilakukan pencatatan nama  nama Piutang pada Sheet BP Piutang utang sedangkan besaran Piutang akan secara otomatis terisi pada saat kita melakukan pencatatan pada jurnal.

4. Rekapitulasi Bahan Persediaan

Form Rekapitulasi yang  kami  tambahkan memiliki fungsi strategis:

  • Monitoring nilai total persediaan

  • Monitoring sisa stok

  • Evaluasi perputaran barang

  • Basis pengambilan keputusan pengadaan ulang

Secara manajerial, form ini membantu:

  • Ketua Unit

  • Bendahara

  • Direktur BUMDes

Dalam:

  • Menentukan reorder point

  • Mengendalikan overstock

  • Mencegah kehabisan stok

5. Penambahan Sheet Buku Inventaris

Selain persediaan dagang, BUMDes juga memiliki:

  • Etalase

  • Rak

  • Timbangan

  • Komputer

  • Kendaraan operasional

Melalui Sheet Buku Inventaris:

  • Aset tetap terpisah dari persediaan

  • Nilai investasi tercatat rapi

  • Memudahkan pelaporan ke Pemerintah Desa

Secara akuntansi, inventaris masuk kategori:
Aset Tetap, bukan persediaan.

Jurnal pembelian inventaris:

Aset Tetap (Inventaris) (D)
Kas / Hutang (K)

6. Dampak terhadap Laporan Keuangan

Dengan sistem ini, laporan yang dihasilkan menjadi:

  1. Neraca → Persediaan dan Aset tercatat real-time

  2. Laporan Laba Rugi → HPP otomatis menghitung laba kotor

  3. Buku Besar → Konsisten karena berbasis double entry

  4. Buku Pembantu → Sinkron dengan jurnal

Akibatnya:

  • Transparansi meningkat

  • Akuntabilitas pengurus terjaga

  • Audit internal lebih mudah dilakukan

7. Kesimpulan Pembelajaran

Implementasi metode perpetual dalam PPAK BUMDes Versi 4.2 yang telah  Kami  kembangkan memberikan peningkatan signifikan pada:

  • Ketepatan perhitungan HPP

  • Pengendalian persediaan

  • Stabilitas margin usaha

  • Pemisahan aset dan barang dagang

  • Profesionalisme tata kelola keuangan BUMDes

Dengan pemahaman sistem double entry yang benar, Unit Usaha Perdagangan BUMDes tidak lagi sekadar mencatat uang masuk dan keluar, tetapi sudah menjalankan praktik akuntansi yang memenuhi prinsip:

Transparan, Akuntabel, dan Berbasis Standar.

“Jangan pernah berhenti belajar. Ilmu tidak selalu datang dari bangku kuliah—bekerja pun bisa menjadi tempat terbaik untuk menambah pengalaman dan pengetahuan.”


*Contoh Aplikasi PPAK BUMDes unit usaha Perdagangan :

untuk Mendownload, Klic Tanda anak panah seblah Kanan atas .





Sorotan Pendampingan Desa

PEMBELAJARAN LANJUTAN JURNAL DOUBEL ENTRY

  Implementasi Jurnal Double Entry Metode Perpetual Pada Unit Usaha Perdagangan BUMDes Menggunakan PPAK BUMDes Versi 4.2 Pada artikel kam...